Senin, 25 Juli 2011

Larangan Mengkafirkan Sesama Muslim

Posted by PESANTREN KAMPOENG " JANTIKO MANTAB " BOJONEGORO On 12.40 1 comment
Bolehkah mengkafirkan sesama orang islam? Para Ulama yang benar-benar di akui kesempurnaan ilmunya dalam bidang tafsir Al Qur’an maupun Hadits telah mewanti-wanti/mengingatkan BAHWA ITU TIDAK BOLEH DILAKUKAN, karena sesungguhnya mengkafirkan orang islam adalah merupakan perkara berat,yang dimaksud orang islam yaitu orang-orang yang telah mengucapkan “LA ILAA HA ILLALLOH MUHAMMADURROSULULLOH”. TIDAK ADA YANG BERANI MELAKUKANNYA (mengkafirkan sesama islam), KECUALI ORANG YANG MEMANG DISESATKAN OLEH ALLOH SWT, YANG BURUK PRASANGKANYA DAN MENGIKUTI DORONGAN HAWA NAFSUNYA. Dalilnya adalah didalam hadits yang shohih disebutkan sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda, ”Apabila seseorang mengkafirkan saudara sesamanya, maka pengkafiran itu pasti menimpa kepada salah satunya.jika yang dikafirkan itu memang kafir, maka ia kafir, jika yang dikafirkan tidak kafir, maka kekafiran itu kembali menimpa kepada orang yang mengkafirkan” (H.R.IMAM MUSLIM). Imam Abu Bakar Al Baqilani mengatakan. ”Memasukkan seribu orang kafir kedalam islam karena ada kemiripan islam dalam satu hal saja itu lebih kecil resikonya daripada mengkafirkan seorang muslim karena ada seribu kemiripan kekafiran” Ini hanya mengkafirkan seorang muslim, lalu bagaimana halnya orang yang berani mengkafirkan mayoritas orang islam dan menghukumi syirik hanya karena mereka melakukan TAWASSUL DAN MENGAMBIL BERKAH PENINGGALAN ORANG-ORANG SHOLEH/BAIK, sementara keimanan mereka telah jelas nyata dan hati mereka tetap meng-ESAkan Alloh, Tuhan seluruh alam. Dalam menolak orang-orang yang biasa mengkafirkan orang-orang islam hanya dengan alasan seperti itu dan yang mengikuti madzab yang berpendirian seperti itu yang didalamnya sarat dengan faham-faham yang keliru, cukuplah kiranya membaca kembali sabda Rosululloh SAW, ”Sesungguhya syetan benar-benar putus asa dalam usahanya agar disembah oleh orang-orang yang menjalankan sholat disemenanjung arab, tetapi syetan mengambil cara adu domba diantara mereka.” ( H.R.IMAM MUSLIM dan AT TURMUDZI). Didalam hadits di atas Rosululloh SAW, dengan tegas menjelaskan, bahwa umat ini yang mengamalkan sholat tidak menyembah kepada selain Alloh selamanya dan tidak berbuat syirik atau menyekutukan Tuhan lain dengan Alloh. Dalam sebuah riwayat lain ketika Nabi SAW melakukan ibadah haji wada’ Beliau bersabda, ”Sesungguhnya syetan telah putus asa dalam usahanya agar dapat disembah di bumi kalian semua ini sesudah hari ini untuk selama-lamanya. Tetapi syetan merasa puas dengan usahanya yang selain itu, berupa kerendahan perbuatan ( amal) kamu semua, maka berhati-hatilah terhadap urusan agama kamu semua.” Demikian itulah peringatan Rosululloh SAW, yang pasti benarnya, karena beliau tidak berkata menurut hawa nafsunya. Apa yang Beliau ucapkan semata-mata wahyu dari Alloh SWT.setelah kita faham akan hal ini kita harus lebih bersikap bijaksana, ,jangan merasa paling benar. Jangan terlalu fanatik buta, lalu mudah mengkafirkan dan menuduh bid’ah terhadap orang lain yang tidak sepaham dengan kita. Kita harus mencontoh para Ulama pendahulu kita, yang tetap saling menghormati keyakinan saudara kita yang tidak sepaham dengan kita. Akhirnya kita bisa mengambil kesimpulan, akhir-akhir ini, kita harus banyak prihatin karena ternyata tidak sedikit aliran-aliran yang MEMAKAI KEDOK DAKWAH, TAPI SEBENARNYA TIDAK DAKWAH, MELAINKAN MEMICU ADANYA PERPECAHAN UMMAT ISLAM, semakin berkembang dan merajalela di tengah-tengah kita. Ingat Sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa menuduh kafir terhadap seseorang atau mengatakan bahwa seseorang itu menjadi musuh Alloh, padahal kenyataannya tidak demikian, maka tuduhan itu kembali pada dirinya sendiri.” Dan lagi Nabi SAW juga bersabda, ”Barangsiapa menuduh kafir terhadap seseorang mukmin, maka dia seperti membunuhnya.” Jadi jelaslah sudah urusan hati hanya Alloh saja yang tahu. Kitapun tidak tahu, kita besok mati dalam keadaan iman ataukah kafir…..? Banyak orang berteriak mengolok-olok orang lain sesama islam “SESAT…. SESAT…. KAFIR….. KAFIR….. MUSYRIK….. MUSYRIK…..”, eeeee …. Ternyata pada akhirnya malah orang tuanya, istrinya, anaknya, atau bahkan dirinya sendiri yang besok mati dalam keadaan kafir. Wa Allohu’a’lam.

1 komentar:

  1. Assalamu'alaikum,,,

    Jazakallah khairan katsira atas sharing ilmunya dan semoga bermanfaat untuk kita semua...

    wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu

    BalasHapus

"YANG ANTI TAHLILAN,TAWASSUL,MAULID DILARANG KOMENTAR

Site search

    Yang Silaturohmi Kesini

    Radio Sarkub

    Radio Sarkub

    Get the Flash Player to see this player.